Langsung ke konten utama

Task 7 : Application Letter and CV

A. Application Letter

B. Curriculum Vitae

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Summary of The Thirteen Problems by Agatha Christie

Chapter 1 “The Tuesday Night Club” ‘Unsolved mysteries.’ Miss Marple wore a black brocade dress, very much pinched in round the waist. Mechlin lace was arrenged in a cascade down the front of the bodice. She was knitting something white and soft and fleecy. Her faded blue eyes, benignant and kindly, surveyed her nephew and her nephew’s guests with gentle pleasure. They rested first on Raymond himself, self-consciously debonair, then on Joyce Lempriere, the artist, with her close-cropped black head and queer hazel-green eyes, then on that well-groomed man of the world, Sir Henry Clithering. There were two other people in the room, Dr Pender, the elderly clergyman of the paris, and Mr Petherick, thesolicitor, a dried-up little man with eyeglasses which he looked over and not through. They formed a Club named The Tuesday Night Club. It is to meet every week, and each number in turn has to propound a problem. They have to unravel unsolved mystery. The facts are very ...

Brainstorming Produk Unggulan

1.       Pilih 10 (sepuluh) dari sekian banyak gagasan usaha dan produk yang telah Anda Identifikasi! 2.    Kesepuluh gagasan yang anda pilih tersebut adalah gagasan usaha yang dirioritaskan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan lingkungan eksternal, misalnya: potensi pasar (lokal, nasional, dan global), ketersediaan bahan baku, ketersediaan teknologi dan tenaga kerja, kebijakan pemerintah, dan sebagainya.       Jawab :          3.  Kemudian tuliskan uliskan kesepuluh jenis gagasan tersebut beserta pertimbangan-pertimbangan memilih usaha tersebut!              Jawab :     4 .       Lanjutkan dengan melakukan analisis lanjutan melalui pembobotan. Setidaknya pilih 3 (tiga) dari 10  (sepuluh) gagasan usaha. 5.       Untuk memilih ketiga gagasan usaha tersebut, di bawah ini disediaka...

Sastra Indonesia di Sastra Dunia

Ada satu hal yang menjadi kendala, yaitu bahasa. Ya, bahasa. Karena dari segi karya tentu sastrawan bangsa tak kalah hebatnya bila dibandingkan dengan sastrawan asing. Yang dibutuhkan adalah penerjemah yang mampu menerjemahkan karya sastra tersebut tanpa mengurangi nilai estetika dari sastra tersebut. Tampaknya itu sulit, dan membutuhkan waktu yang tak singkat. Karena pada nyatanya, setiap karya yang diterjemahkan akan berkurang 30% (rasa)nya. Bagi kalian yang ingin suka membaca, resepnya satu, "kepo". Bagi kalian yang ingin lancar menulis (puisi, novel, dll ya), tipsnya satu, "banyak-banyakin patah hati".  Eits, tips di atas bukan dari aku yang cuma bisa nulis caption di instagram yaa tapi dari Ka Adimas Immanuel, seorang penulis puisi dari Solo dalam Seminar Sastra Indonesia di UNJ.